WERKSTUK Helianthus annuus (Bunga Matahari)

Published Maret 30, 2012 by armeinachevana

WERKSTUK

Helianthus annuus

(Bunga Matahari)

Disusun untuk memenuhi tugas praktikum

Struktur dan Perkembangan Tumbuhan I

 

Oleh :

Nama                 : Armeina Nur Rachmawati

NIM                   : M0407024

Kelompok          : III

Asisten               : Endang Wuragil

 

 

 

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2008

BAB I

PENDAHULUAN


 

A.            LATAR BELAKANG

Berdasarkan nomenklatur (tata nama) bunga matahari mempunyai nama latin Helianthus annuus. Heli artinya matahari, anthus merupakan bunga, annuus adalah semusim. Oleh karena itu, Helianthus annuus (Sun flower) dapat diartikan sebagai bunga matahari atau bunga berumur semusim. Helianthus annuus (bunga matahari) merupakan tanaman herba yang termasuk dalam famili Compositae (Asteraceae) yang diduga berasal dari Amerika Utara, tapi sekarang dijumpai di daerah tropika dan penyebarannya makin meluas ke beberapa negara Subtropika. Di Indonesia, pada tahun 1919 mulai ditanam di Jawa, Helianthus annuus sudah meluas di seluruh wilayah nusantara baik sebagai tanaman hias, tanaman komoditi maupun sebagai tanaman yang berfungsi untuk pengobatan (Rukmana, 2004).

Helianthus annuus memiliki beberapa nama daerah diantaranya

Di Bali tanaman ini dikenal dengan nama Sungege, Panca Mato Ari (Minang); (Lembaga Biologi Nasional, 1980) Bunga matahari (Indonesia); Kembang Srengenge, Purbonegoro (Jawa); Kembang Mata Are (Madura); Bungong Matuhari, Panca Mata Ari, Bunga Telung Matoari (Sumatra); Kembang Sungenge, Bunga Ledomata (Nusa Tenggara); Arkakantha, Adityabhakta, Suria Mukhi (Sansekerta); Surajmukh (Gujarat); Goli Aftab (Persia); Sun Flower (Inggris); Jonnebloue (Belanda); Sonnenblume (Jerman). Dari nama-nama tersebut dapat diketahui bahwa Helianthus annuus telah tersebar merata di berbagai daerah terutama daerah tropika (Sutarni, 1997).

Gambaran Bunga Matahari umumnya berbentuk bulat berwarna kuning dengan jilatan api kuning disekitarnya. Gambaran bentuk matahari itulah yang membuat tanaman berbunga, berukuran besar dengan warna kuning sering dinamakan Bunga Matahari. Dinamai seperti itu juga karena terdapat alasan lainnya. Bunga Matahari selalu menghadap kemana arah dimana matahari bergulir. Pada malam hari, bunga itu tertunduk ke bawah, sedangkan pada siang hari bunga itu menampakkan mukanya

(http://id.wikipedia.org/wiki/bunga_matahari).

Helianthus annuus memiliki banyak manfaat. Bunganya mengandung kuersimenitin (flavon glikosida), helianthoside A-B-C, asam oleanolat, asam echinocystat, sianidinmonoglukosida (antosian glikosida), xantofil, kholina, betaina, dan sapogenin.Untuk bijinya terdapat kandungan beta sitosterol, prostaglandin E, asam chlorogenic, asam quinat, phytin, 3-4 benzopyrine, protein, globuiin, albumin, glutolin dan asam amino esensial. Dalam setiap seratus gram minyak biji bunga matahari, terdapat lemak dengan total seratus, yang terdiri dari lemak jenuh 9,8 dan lemak tak jenuh (oleat) sebanyak 11,7. Selebihnya terdapat linoleat sebanyak 72,9 dan sisanya tidak mengandung kolesterol. Pada buahnya terdapat kandungan minyak lemak dengan kholina dengan kholins, lestin, betaina dan zat samak (http://id.wikipedia.org/wiki/bunga_matahari).

Selain ditanam sebagai tanaman hias maupun sebagai tanaman budidaya, Helianthus annuus juga digunakan untuk keperluan industri. Penanaman untuk industri diambil bijinya sebagai bahan mentah minyak goreng. Bijinya banyak mengandung protein dan lemak sehingga dapat juga dimanfaatkan untuk membuat sabun halus dan mentega, sedangkan serabut bagian luar batangnya dapat dimanfaatkan untuk bahan pembuat kertas yang baik (Lembaga Biologi Nasional, 1980).

Hampir semua bagian Helianthus annuus dapat digunakan sebagai obat (Anonim, 2004). Helianthus annuus juga dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan. Bunganya mempunyai efek khasiat menurunkan tekanan darah dan mengurangi rasa sakit (analgesik). Bijinya digunakan sebagai antidisentri dan merangsang pengeluaran cairan tubuh dan campak (measles). Daunnya berkhasiat sebagai antiradang, analgesik, dan antimalaria. Akarnya pun mempunya khasiat untuk antiradang, peluruh airseni, pereda batuk dan analgesik, sedangkan sumsum batang dan dasar bunganya berkhasiat merangsang energi vital, analgesik, menenangkan liver dan masih banyak lagi (Atjung,1990).

Ekstrak sumsum dari batangnya dapat menghancurkan nitrosamine serta dapat digunakan untuk pencegahan dan pengobatan tumor saluran cerna (Dalimartha, 1999).

 

B.            TUJUAN

 

Tujuan penyusunan werkstuk dengan judul Helianthus annuus ini adalah sebagai berikut

1.      Untuk memenuhi tugas akhir praktikum Struktur dan Perkembangan Tumbuhan I.

2.      Memberi informasi dan wawasan serta menyajikan keterangan yang lebih mendalam tentang tanaman Helianthus annuus.

3.      Mengetahui determinasi, klasifikasi maupun gambaran tentang tanaman Helianthus annuus.

4.      Memberikan informasi dan pengetahuan mengenai manfaat Helianthus annuus.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

DETERMINASI DAN KLASIFIKASI

A.    DETERMINASI

1b-2b-3b-4b-6b-9b-10b-11b-12b-13b-14a-15a (Golongan tanaman dengan daun tunggal dan tersebar)-109b-119b-140b-142b-143b-146b-154a-(Compositae) (Steenis, 1978)

 

B.     KLASIFIKASI

 

Kingdom                                 : Plantae

Subkingdom                            : Tracheobionta

Superdivisio                            : Spermatophyta

Divisio                                     : Magnoliophyta

Classis                                     : Magnoliopsida

Subclassis                                : Asteridae

Ordo                                        : Asterales

Familia                                    : Asteraceae

Genus                                      : Helianthus

Species                                    : Helianthus annuus (Steenis, 1978)

 

 

 

 

 

 

4

 

BAB III

HABITATIO

 

A.                HABITUS

Helianthus annuus merupakan tanaman herba yang hidupnya semusim yang rata-rata umurnya setahun. Tingginya sekitar 75-200 cm (Suryowinoto,2001) kadang-kadang dapat mencapai 3m (Dalimartha,1999). Helianthus annuus merupakan tanaman herba semusim dengan kepala bunga yang besar (inflorescence). Helianthus annuus berbatang herbaceus, tumbuh tegak setinggi 1 sampai 3 meter. Seluruh permukaan batang kasar, memiliki bulu dan bertangkai panjang. Helaian daun berwarna hijau, berbentuk jantung, ujungnya runcing, panjang 10-25 cm (Sutarni, 1997 ; Rukmana, 2004). Bentuk batang bulat berongga. Daunnya mempunyai tepi rata (integer). Bunganya merupakan bunga majemuk berbentuk cawan (corymbus atau anthodium). Helianthus annuus memiliki barisan anak-anak bunga (floret) berupa pita-pita berwarna kuning krom pada pinggir bundaran bunga sebelah dalamnya. (Dalimartha, 1999).

Di tengah cawan itu terdapat bunga –bunga kecil bentuk tabung dengan warna coklat. Bila dibuahi, bunga-bunga kecil ini menjadi biji-bijinya yang berwarna hitam bergaris-garis putih dan berkumpul di cawannya, Bila sudah matang, biji-biji ini mudah dilepaskan dari cawannya Helianthus annuus memiliki sistem perakaran tunggang (Sutarni, 1997 ; Rukmana, 2004)

 

 

B.                 HABITAT

5

Bunga Matahari berasal dari Amerika Utara. Tanaman ini dapat hidup dengan baik di tempat-tempat terbuka atau di tempat yang sedikit terlindung dari sinar matahari, baik didataran rendah maupun didataran tinggi, yakni pada ketinggian 1-1000 m diatas permukaan laut (Suryowinoto, 2001), hingga ketinggian 1500 diatas permukaan laut (Rukmana, 2004). Tanaman ini dapat tumbuh pada tanah netral atau tanah dengan kandungan alkali rendah (Cristman,2000). Bunga Matahari merupakan herba semusim yang tumbuh baik di tanah alluvial dengan kelembapan yang cukup dan tidak dilindungi tanaman lain sehingga mendapat sinar matahari yang cukup (Lembaga Biologi Nasional, 1980).

Helianthus annuus merupakan tumbuhan tropika, mempunyai suhu udara antara 20°C-30°C kelembaban udara (rH) antara 50%-80%, curah hujan antara 1000mm-3000mm / tahun dan merata sepanjang tahun. Tanah yang ideal untuk tumbuh adalah tanah pasir atau lempung berpasir dengan tekstur gembur, mempunyai PH 6,5-7,5 dan sistem drainasenya baik. Helianthus annuus termasuk tanaman berhari panjang (long day plant) karena membutuhkan intensitas cahaya matahari yang tinggi dan cukup lama sehingga lokasi penanaman harus di tempat terbuka atau cukup mendapatkan sinar matahari kebutuhan sinar matahari rata-rata lebih dari 10 jam perhari. (Rukmana,2004).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

DESCRIPTIO

 

 

A.          ORGANUM NUTRITIVUM

1.            Daun (folium)

Helianthus annuus memiliki tipe daun tunggal (folium simplex) dengan kedudukan daun (folium) berhadap-hadapan serta berseling-seling. Daun bagian bawah letaknya berhadapan, namun lebih ke atas kedudukannya bersusun dalam bentuk spiral. Termasuk daun lengkap karena memiliki upih daun (vagina), tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). Upih daun (vagina) berbulu. Tangkai daun (petiolus) berbentuk silinder dengan sisi agak pipih dan menebal pada pangkal, panjang 10-15 cm dan berwarna coklat kehijauan. Helaian daun (lamina) berbentuk jantung (cordatus). Ujung daun (apex) runcing (acutus) dan pangkal daun (basis folii) berlekuk (emerginatus) susunan tulang daun (nervatio) menjari (palminervis). Tepi daun (margo folii) bergerigi (serratus). Daging daun (intervenium) seperti kertas (hartaceus). Warna daun (folium) pada permukaan atas hijau dan permukaan bawah berwarna hijau muda. Permukaan daun bagian atas dan bawah kasap (scaber). (Tjitrosoepomo, 2003 ; Rukmana  2004).

 

2.            Batang (caulis)

Helianthus annuus berbatang basah (herbaceus) dengan arah tumbuh tegak (erectus) setinggi 0,3 hingga 5 meter berbentuk bulat dan berongga. Memiliki batang pokok satu atau bercabang. Pada batang pokok satu, apabila dipotong pucuknya dapat bercabang dua atau lebih dan membentuk bunga kepala dua atau lebih. Batang (caulis) agak mengayu dengan bagian dalam kosong. Seluruh permukaan batang berkulit kasar dan berbulu (pilosus). Memiliki tipe percabangan monopodial dengan arah tumbuh cabang condong ke atas (patens). Seluruh batang berwarna hijau (Tjitrosoepomo, 2003 ; Rukmana 2004).

 

 

3.           

8

Akar (radix)

Helianthus annuus memiliki sistem perakaran tunggang (radix primaria) dengan banyak percabangan. Akarnya berbentuk kerucut panjang, tumbuh lurus ke bawah. Percabangannya tersebut dapat bercabang-cabang lagi sehingga dapat memberikan kekuatan pada batang dan daerah perakarannya lebih luas. Akar terdiri dari bagian leher akar (colum), ujung akar (apex radicis) batang akar (corpus radicis), cabang-cabang akar (radix lateralis), serabut akar (fibrilla radicalis), rambut-rambut akar (pilus radicalis), tudung akar (calyptra). Helianthus annuus memiliki akar pancar mencapai 3 meter dalamnya. Perakarannya halus, tebal dan mendatar (Tjitrosoepomo, 2003; Rukmana 2004).

 

B.     ORGANUM REPRODUKTIVUM

1.      Bunga (flos)

Helianthus annuus memiliki bunga yang terbentuk pada akhir batang pokok (flos terminalis) atau pada akhir cabang dan termasuk bunga majemuk tak terbatas (inflorescentia racemosa) yang tersusun seperti cawan (corymbus atau anthodium) sehingga disebut bunga cawan dengan diameter antara 10-36 cm (Suryowinoto, 2001) dan antara 7,5-35 cm (Tjitrosoepomo, 2003). Bunganya ini dapat bertahan hingga satu minggu bahkan lebih (Allen, 1987).

Terdapat dua jenis bunga yaitu bunga pita dan bunga tabung. Bunga pita merupakan bunga yang mandul yang terdapat di tepi cawan sehingga disebut bunga tepi (flos marginalis) Bunga pita memiliki mahkota berbentuk pita sehingga disebut flos ligulatus. Bunga pita tidak dapat menghasilkan biji atau buah karena didalamnya hanya terdapat alat kelamin betina. Bunga tabung (flos disci) terletak diatas cawan dan berbentuk tabung. Bunga tabung merupakan bunga banci (gynostemium) karena memiliki 2 alat kelamin yaitu benang sari dan putik. Bunga tabung dapat menghasilkan buah atau biji (Tjitrosoepomo, 2003; Rukmana, 2004).

 

 

9

2.      Biji (semen)

Helianthus annuus memiliki biji (semen) berwarna putih keabu-abuan hingga hitam atau hitam putih dan berbentuk lonjong. Terdiri dari kulit biji (spermodermis) yang berwarna putih keabu-abuan, tali pusar (cotyledon) berkeping dua yang berisi aluron. Biji (semen) berkumpul di dalam cawan. Bila sudah matang, biji (semen) ini mudah dilepaskan dari cawannya. Biji (semen) Helianthus annuus dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan yaitu kwaci. (Tjitrosoepomo, 2003; Rukmana, 2004).

3.            Buah (fructus)

Pada tanaman Helianthus annuus biji (semen) sekaligus sebagai buah (fructus) (Tjitrosoepomo, 2003; Rukmana, 2004).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

 

Helianthus annuus merupakan tanaman herba berasal dari Amerika Utara. Helianthus annuus berbatang basah (herbaceus) tumbuh tegak setinggi 0,3 sampai 5 meter. Seluruh permukaan batang berkulit kasar dan memiliki bulu. Bertangkai panjang. Helaian daunnya hijau berbentuk jantung, ujungnya runcing, panjang 10-25cm. Untuk bunganya, ukurannya besar berbentuk cawan dengan mahkota seperti pita kuning di sepanjang tepi cawan. Di tengah cawan itu terdapat bunga-bunga kecil berbentuk tabung dengan warna coklat. Bila dibuahi, bunga-bunga kecil ini menjadi biji-bijinya yang berwarna hitam bergaris-garis putih itu berkumpul di dalam cawan. Memiliki sistem perakaran tunggang. Helianthus annuus memerlukan cahaya matahari dalam sehari lebih kurang 10 jam, sehingga akan tumbuh baik pada lingkungan yang memiliki intensitas cahaya yang tinggi.

Helianthus annuus termasuk famili Asteraceae dan memiliki beberapa kegunaan. Salah satunya sebagai tanaman perdagangan. Selain itu, semua bagian dari tumbuhan ini memiliki khasiat. Bunganya punya efek menurunkan tekanan darah dan mengurangi rasa sakit (analgesik). Bijinya sebagai antidisentri dan merangsang pengeluaran cairan tubuh dan campak. Daunnya berkhasiat antiradang, analgesik, dan antimalaria. Akarnya pun punya khasiat untuk radang, peluruh air seni, pereda batuk, dan analgesik. Sedangkan, sumsum batang dan daar bunganya berkhasiat merangsang energi vital, analgesik, menenangkan liver, dan masih banyak lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: